Rabu, 16 November 2016








KELOMPOK II :

ANDI ALHAQ                                                          14008
ANDI AMELIA YUSPITA                                     14009
ANDI ARSITA RESPATI WULAN                      14010
ANDI NUR HUTAMI FAJERIA                           14011
ANDRI NUGRAHA                                                            14012
ARMAYANTI                                                          14013
NIA ADRIANTI                                                       14035


AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
“ATRO” MUHAMMDIYAH MAKASSAR
2016



KATA PENGANTAR


Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, hidayah dan karunia-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “PESAWAT EXTERNAL LINEAR ACCELERATOR”, yang mana makalah ini kami susun yang bertujuan untuk memenuhi tugas dari Bapak Abd. Muthalib, A.MR dalam menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi.
Adapun penyusunan tugas ini sebagai materi serta bukti bahwa adanya mata kuliah Radioterapi. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran, yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini, berguna dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Demikianlah makalah ini disusun apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak dapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.


Makassar, 15 Maret 2016

Penulis            

DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI..........................................................................................................   ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................   1
A.    Latar Belakang.............................................................................................   1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................   2
C.     Tujuan Penulisan..........................................................................................   2
BAB II PEMBAHASAN.......................................................................................   3
A.    Sejarah Accelerator......................................................................................   3
B.     Komponen Utama Pesawat Linac...............................................................   5
C.     Prinsip Kerja Pesawat Linac........................................................................   11
D.    Bahaya yang Dapat Terjadi Pada Pesawat Linac........................................   13
BAB III PENUTUP...............................................................................................   17
A.    Kesimpulan..................................................................................................   17
B.     Saran............................................................................................................   17
DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................   18


BAB I
PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang

Radioterapi adalah suatu tindakan pengobatan terapi radiasi pada penyakit tumor ganas (kanker) dengan menggunakan radiasi pengion, seperti  sinar-x,  sinar  gamma  ataupun elektron berenergi tinggi. Dalam dunia kedokteran, sekitar tahun 1950, sebagian besar penyinaran radioterapi eksternal dilakukan dengan menggunakan  sinar x-ray pada tegangan hingga 300 kVp. Karena semakin tinggi tegangan yang dihasilkan semakin optimal pula hasil pengobatan., yakni diperoleh kematian jaringan tumor sebanyak-banyaknya tetapi kerusakan jaringan sehat sekitarnya adalah minimal. Perkembangan selanjutnya meningkat ke energi yang lebih tinggi dengan menggunakan unit kobalt-60, kemudian pada tahun 1960 secara bertahap kilovoltage konvensional tidak digunakan sepenuhnya tergantung dari kasusnya terutama untuk pengobatan yang letak lesinya berada dipermukaan kulit dan tidak jauh dari permukaan tubuh.
Pemanfaatan tenaga nuklir telah cukup luas diberbagai bidang kegiatan di Indonesia, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, yakni sebagai modalitas untuk meningkatkan produktivitas manusia. Beberapa rumah sakit di Indonesia telah memanfaatkan Linear Accelerator sebagai sumber  radiasi dalam bidang radioterapi, khususnya untuk penanganan kasus kanker. Pemanfaatan sumber radiasi ini dilakukan untuk menunjang kulitas hidup manusia. Kian meningkatnya jumlah dan berkembangnya kasus kanker yang begitu kompleks serta ketatnya sistem auditoring, menuntut peralatan terapi radiasi eksterna yang berkualitas, sesuai dengan tujuan radioterapi, yakni kuratif dan paliatif. Pada kasus kuratif diperlukan suatu data terapi radiasi yang akurat dan presisi untuk mencapai kualitas hidup pasien/Quality of Life, sehingga untuk kasus-kasus tertentu pada saat ini, penggunaan Linac masih lebih baik, karena Linac mempunyai banyak kelebihan, antara lain: tingkat efisiensi dan faktor ketepatan yang lebih tinggi, serta waktu radiasi yang dibutuhkan relatif lebih stabil sehingga lebih banyak masyarakat yang akan terlayani.

B.  Rumusan Masalah

a.       Apa pesawat external Linac itu ?
b.      Bagaimana sejarah dari pesawat external Linac ?
c.       Apa saja komponen dari pesawat external Linac ?
d.      Bagaimana prinsip kerja dari peasawat external Linac ?

C.  Tujuan Penulisan

a.       Mengetahui apa itu peasawat external Linac.
b.      Mengetahui sejarah dari pesawat external Linac.
c.       Mengetahui komponen pesawat external Linac.
d.      Mengetahui prinsip kerja pesawat external Linac.

 




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah Accelerator

Accelerator adalah alat yang dipakai untuk mempercepat gerak partikel bermuatan seperti elektron, proton, inti-inti ringan, dan inti atom lainnya. Mempercepat gerak pertikel bertujuan agar pertikel tersebut bergerak dengan cepat sehingga memiliki energi kinetik yang sangat tinggi. Untuk mempercepat gerak partikel ini diperlukan medan listrik ataupun medan magnet.
Dilihat dari jenis gerakan medan partikel, ada dua jenis akselerator, yaitu akselerator dengan gerak partikelnya lurus (lebih dikenal sebutan akselerator liniear) dan gerak partikelnya melingkar (akselerator magnetik).
Accelereator gerak pertama kali dikembangkan oleh dua orang fisikawan Inggris, J.D. Cockroft dan E.T.S Walton, di Laboratorium Cavendish, Universitas Cambrige pada 1929. atas jasanya itu, mereka dianugrahi hadiah Nobel bidang fisika pada 1951. Pada mulanya, accelerator partikel dipakai untuk penelitian fisika energi tinggi dengan cara menabrakan partikel berkecepatan sangat tinggi ke target tertentu. Namun, ada beberapa jenis akselerator partikel yang dirancang untuk memproduksi radiasi berenergi tinggi untuk keperluan radioterapi.
Linear Accelerator pertama kali diperkenalkan oleh R. Wideroe di Swiss pada 1929, namun unjuk kerjanya saat itu kurang memuaskan. Linac mempunyai kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan akselerator magnetik. Di samping itu, penyutikan artikel yang akan dipercepat dalam akselerator magnetik sangat sulit dilakukan, sedang pada Linac partikel dalam bentuk berkas terkolimasi secara otomatis terpencar ke dalam tabung akselerator.
Pesawat pemercepat elektron (Linear Accelerator/Linac) dirancang untuk menghasilkan multi energi dalam kisaran MeV. Pesawat yang digunakan untuk keperluan terapi penyinaran ini dapat menghasilkan 2 jenis radiasi, yaitu berkas elektron maupun foton sinar-x. Berkas elektron digunakan untuk penyinaran tumor yang berada di permukaan seperti payudara, kulit, kepala dan leher, sedangkan berkas foton digunakan untuk penyinaran jaringan tumor yang jauh dari permukaan kulit misalnya otak, rahim, hati, dan paru-paru.
Keberadaan pesawat radioterapi khususnya  Linac, dirasakan sangat efisien, dengan adanya multi energi pada satu alat Linac dengan tidak membutuhkan banyak ruangan untuk mendapatkan lebih dari satu energi, baik foton maupun elektron. Energi radiasi yang digunakan dapat memberikan harapan bagi pasien kanker,  mempunyai dampak positif untuk sembuh dan dampak negatif yang dapat ditimbulkan apabila melakukan tindakan diluar prosedur yang berlaku. Kasus kecelakaan berkenaan  dengan pesawat Radioterapi  Linac biasanya berawal dari berkas radiasi yang keluar tidak sesuai yang diinginkan pada saat menyinari pasien. American  Association of Physicists in Medicine (AAPM) merekomendasikan bahwa dosis yang diberikan dalam terapi pasien mempunyai ketidakakuratan  yang diperbolehkan  berada  pada  jangkauan ± 5%., sehingga prosedur dalam radioterapi harus ada, seperti perhitungan dosis radiasi, peletakkan pasien, kalibrasi  pesawat, dan  kalibrasi  analisa  keluaran  berkas  radiasi  yang memiliki nilai keakurasian sekitar ± 2-3% dan dengan adanya  preventive maintenance mesin  Linac serta melakukan kendali kualitas dan jaminan kualitas terhadap berkas radiasi secara berkala akan mengurangi kecelakaan radiasi, guna mencapai keberhasilan pengobatan secara maksimal.

B.     Komponen Utama Peawat Linac

Di  dalam  Linac  berkas  lurus,  komponen-komponen  Linac  seperti  electrongun dan target harus  tersusun rapat (compact). Serta  terinstal dalam rangka kepala sinar-x  berbentuk  tanduk  (x-ray  head) dengan ruangan sangat  terbatas. Linac dengan berkas membelok umumnya menggunakan magnet pembelok akhromatik 270 yang terletak pada rangka kepala tanduk sinar-x. Dalam  hal  ini  pembatasan pada ukuran  fisik dari peralatan  akselerator  sangat  longgar.  Akselerator  terinstal  secara  horizontal,  baik dalam suatu gantri (kerangka peluncur)  yang berputar atau  dalam suatu  rumah statik yang terpisah. Dalam hal yang terakhir, suatu  sistem  transport  digunakan  untuk membawa berkas  elektron  ke tanduk  sinar-x. Pendekatan  desain  untuk peralatan  akselerator  ditentukan oleh energi berkas maksimum,  spesifikasi mode-mode  foton  dan  elektron.
Spesifikasi Linac  yang umumnya  dipakai di  klinik-klinik  terapi  kanker  adalah  Linac yang  menghasilkan  energy elektron sekitar 10 MeV dengan  dosis  2-3 Gray untuk penampang  15 x  15 cm yang terukur  pada 100 cm SSD. Instalasi Umum Linac Secara  garis besar  ditunjukan pada Gambar.1 dengan komponen-komponen  utama  Linac  zarah  elektron  untuk  keperluan  medik  terdiri dari  :














Gambar 1. Komponen Peasawat Linac
1.      Electron Gun
Electron gun membangkitkan  berkas  elektron  dengan  arus  hingga  kira-kira 500rnA  pada tegangan 15  k  V.  Komponennya  terutama  terdiri  atas katoda pemancar elek1tron  yang dipanasi  secara  tak langsung,  sistem  ekstraksi  untuk  mengeluarkan  berkas elektron  clan suatu  slit  (celah) untuk  mengatur  intensitas berkas elektron yang dikeluarkan.  Komponen  ini umumnya  dioperasikan  pada  kevakuman  10-6  rnrnHG atau lebih rendah lagi.  Jika kevakuman  kurang, emisi berkas elektron dari  katoda akan berkurang  clan  katoda  bisa  rusak.
Laju emisi elektron  dikendalikan  oleh  adanya  grid (kisi)  jaringan  yang  terpasang di  dekat bagian permukaan  katoda  Ketika  Electron Gun dalam kondisi  "siap" (standby),  grid  (kisi)  diberi  tegangan bias  negatif  terhadap katoda,  ini  akan menghentikan  aliran elektron.  Untuk mengemisikan  berkas  elektron  keluar,  grid  diberi tegangan  pulsa positif yang mana frekuensi  pulsanya  disesuaikan  dengan frekuensigelombang  mikro pada  struktur  pemercepat.
2.      Sistem Pemercepat dan Pembelok Berkas Elektron
Komponen  sistem pemercepat  berfungsi mempercepat  berkas  elektron  yang diinjeksikan oleh electron gun  hingga diperoleh energi  yang cukup untuk diarahkan  untuk keperluan terapi.  Strukturnya berupa  tabung silinder  yang berisi sel-sel  saling  berangkai  secara seri, setiap  sel  berupa  rongga  dan  gelang. Ke dalam  tabung  ini diinjeksikan  gelombang mikro  yang selanjutnya  terbentuk gelombang  berdiri  (standing wave) di  dalamnya. Struktur pemercepat  didesain  dan  dioperasikan  sedemikian  rupa sehingga  medan  listrik gelombang  mikro sepanjang  sumbu  sangat  kuat  dan  hampir nol pada  luar sumbu. Arab medan  listriknya sejajar  dengan  sumbu  struktur, dan arahnya  saling  berlawanan  pada sam sel dengan  sel  tetangganya  (berbeda  rase  180°).  Besarnya  intensitas  medan  listrik bervariasi  secara  sinus  pada  frekuensi  gelombang  mikro.  Jadi, medan  dalam suatu  setakan  bervariasi waktu daTi  suatu  harga  besar  ke not dan  tertuju ke satu  arab  kemudian batik ke harga  besar  yang  sarna  tetapi  tertuju  ke arab  sebaliknya,  demikian  seterusnya. Berkas elektron  dari  electron  gun diinjeksikan  untuk mula pertama  ke struktur ini ketika medan  listrik pada  sel  pertama  terarah  ke depan. Sedangkan  manakala  medan pada  sel pertama  ini berbalik  arah,  tak ada  berkas  elektron  yang  terinjeksikan. Berkas elektron yang  telah  terinjeksikan  ke dalam sel  pertama  akan mengalarni  percepatan  diantara dua gelang di dalam sel  pertama  tersebut.  Ketika masuk  ke  set kedua, arah medan  listrik di sel  kedua  ini sudah  berbalik  ke arah maju  sehingga  berkas  elektron  akan dipercepat  lagi  (ketika medan  listrik  di  set  pertama  ke arah maju, medan  listrik  di sel kedua ke  arah mundur).  Percepatan  bertingkat ini  akan berlangsung  terus,  hingga sampai  sel  terujung sehingga  diperoleh  kumulasi  energi maksimum. Adanya  beda  rase yang saling berlawanan  di  antara set-set  yang bertetangga  ini  menyebabkan  berkas elektron akan  terpisabkan  oleh siklus gelombang  mikro  dan membentuk  berkas  yang bergerombol-gerombol  (bunched  beams).
Jarak  di antara  sel-sel  yang  bertetangga  bervariasi  untuk menjaga  sinkronisme  di antara  gerombol  berkas  elektron  dan medan  listrik.  Dalam  hal  ini, karena  semakin  lama kecepatan  gerombol berkas  semakin  besar  maka diperlukan waktu lewat di dalam  sel lebih panjang  agar  pada waktu  berkas  mencapai  ujung suatu  sel, medan  listrik pada  sel berikutnya sudah  ke arah maju.  Sinkronisme  ini  dibuat dengan membuat  panjang  sel juga semakin  besar  untuk sel  yang  lebih  ke  depan.
Setelah pemercepatan, berkas elektron dibelokkan sebesar 270 di dalam beam duct oleh pengaruh medan magnet pembelok. Berkas kemudian ke atmosfer dalam peralatan threatment head melalui jendela berkas. Jendela ini terbuat dari foil metal ringan yang tipis untuk meminimalkan kehilangan energi berkas elektron.
3.      Peralatan Tanduk Tritmen  (Treatment  Head)
Peralatan  ini  mengubah  berkas elektron menjadi bentuk yang cocok untuk disajikan  dan memantau  dosis  keluaran. Peralatan  ini terdiri atas  komponen-komponen: target  yang mengubah  berkas  elektron  menjadi  sinar  x, suatu  filter perata  sinar  x, kamar monitor dosis untuk memonitor dosis keluaran  dan suatu  kolimator untuk mengatur medan  radiasi  sinar  x.
Unit  ini juga  dibuat sedemikian  rupa agar  berkas elektron atau sinar-x dapat didistribusikan untuk unit tritmen serta  dapat  diatur dosis  clan  energi  berkasnya  sesuai dengan  keperluan.
4.      Sistem  Microwave (Sistem  Gelombang Mikro)
Sistem  ini  membangkitkan  dan memasok  gelombang  mikro daya  tinggi ke dalam struktur pemercepat.  Komponen-komponennya  terdiri atas:  suatu  tabung magnetron, suatu  konverter mode  round/rectangular,  corner  waveguide, sirkulator,  variable reactance,  dummy  load, directional copier, RFwindow dan  sistem  gas  SF6.
5.      Sistem  Vakum
Sistem vakum mengosongkan  sistem pemercepat  berkas  elektron dan sistem pembelok  hingga  terbebas  dari ion-ion atau  partikel-partikellain yang  tidak diinginkan. Suatu  sistem  vakum  diperlukan  untuk mengisap  gas  dan  menjaga  kevakuman  agar  dapat berlangsung  pembangkitan  dan pemercepatan  berkas elektron  dalam pesawat  Linac. Bagian-bagian  yang divakurnkan oleh sistem ini  adalah: wave guide, electron gun, struktur pemercepat  dan  beam  duct.  Suatu  pompa  rotari digunakan  untuk  mengisap  gas dari  tekanan  atmosfer  ke kevakuman  hingga  kira-kira 10-2  mmHg,  dan  suatu  pompa  ion digunakan untuk memvakumkan  dari  10-2  mmHg hingga kira-kira  10-7  mmHG atau lebih.
6.      Sistem  Pendingin
Pesawat  Linac harns didinginkan karena  beberapa  komponen  membangkitkan panas.  Struktur  pemercepatan harus  dijaga  pada  temperatur  tertentu  karena karakteristiknya berubah sesuai  sesuai dengan perubahan  temperatur.  Untuk  itu diperlukan sistem  pendingin air terkendali yang terdiri atas  sistem  primer dan sistem sekunder.  Sistem primer  akan mendinginkan secara  langsung pada  komponen-komponen  Linac dan  sistem  sekunder  akan  mendinginkan  sistem  primer.
Aliran  air  pendingin primer  dalarn besaran  kurang  lebih  10  l/menit  akandialirkan ke struktur  pemercepat selanjutnya  tercabang  ke cabang  A dan B.  Cabang  A dengan  debit  kira-kira  4  lImenit  akan mendinginkan secara seri  ke  komponen- komponen:  target,  beam  duct, magnet  pembelok  dan  sirkulator. Cabang  B dengan  debit 6  l/menit akan mengaliri  secara  seri  komponen-komponen  generator  micro-wave  yaitu: frc cavity, magnetron,  rf window  dan dummy  load.
7.      Modulator Pulsa  (termasuk  unit penggerak  thyratron dan  unit pengatur)
Modulator  pulsa memberikan pulsa-pulsa energi tinggi  dan pulsa tegangan tinggi kepada  magnetron  dan elektron  gun.
8.      Sistem  Penggerak Unit Perawatan
Sistem  ini  menyangga  gantry dari unit perawatan  dan memutarnya  manakala  perlu. Sistem  penggerak  ini  terdiri dari mekanisme  pemutar gantri dan sistem  pemasok  daya untuk mekanisme  penggerak  tersebut.
9.      Unit Pengatur
Unit  pengatur  berperan  hampir  semua  fungsi  pengoperasian  dan  pengendalian terkecuali  untuk  pengatur posisi pasien  pada ruang perawatan.
10.     Lengan  penggantung  (pendant)
Unit  ini  digunakan  untuk  memposisikan  pasien  pada  unit  meja  perawatan.

C.    Prinsip Kerja Pesawat Linac

Linac semula dipakai untuk mempercepat partikel bermuatan positif seperti proton. Namun, setelah berbagai modifikasi, mesin dapat pula dipakai untuk mempercepat partikel bermuatan negatif seperti elektron. Dalam hal ini, elektron yang dipercepat mampu bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya (elektron dengan energi 2 MeV bergerak dengan keceaptan 0,98 c, dengan c adalah keepatan cahaya). Jika elektron berenergi tinggi itu ditabrakan pada target dari logam berat maka dari pesawat Linac akan di pancarkan sinar-x bernergi tinggi.
Radioterapi dapat juga dilakukan dengan menggunakan elektron berenergi tinggi. Elektron yang dipercepat dalam Linac dapat lamgsung di manfaatkan untuk radioterapi tanpa harus ditabrakkan terlebih dahulu dengan logam berat. Jadi, Linac dapat juga berperan sebagai sumber radiasi partikel berupa elektron cepat yang dapat dimanfaatkan untuk radioterapi tumor. Linac dalam aplikasinya menggunakan teknologi gelombang mikro yang digunakan untuk radar. Gelombang mikro ini dimanfaatkan untuk mempercepat elektron dalam akselerator bertumbukan dengan heavy metl target yang disebut “wave guide”.  High energy x-rays tersebut kemudian akan diatur untuk kemudian diberikan pada pasien tumor dan diatur keluarannya dari mesin yang disesuaikan dengan keadaan dari pasien. Sinar yang keluar dari bagian accelerator disebut sebagai gantry yang berotasi disekeliling pasien.
Ketika pasien ditempatkan pada kursi pengobatan yang dapat bergerak kesegala arah, hal ini agar dapat dipastikan radiasi dalam posisi yang tepat. Radiasi dikirim melalui kursi pengobatan

.















Gambar 2. Prinsip Kerja Pesawat Linac

D.  Bahaya yang Dapat Terjadi Pada Pesawat Linac

Sistem keselamatan  dari  suatu fasilitas Linac  dapat dibagi  dalam keselamatan personel  dan keselamatan  alat. Untuk menjalankan  fungsi keselamatan,  suatu sistem perangkat  keras  interlock dipasang  pada sistem  alat  dan  fasilitas  infrastruktur.  Berikut suatu  tinjauan  pada sistem  keselamatan  personel  yang  berkaitan  dengan  pengoperasian pesawat  Linac.
Bahaya-bahaya  yang dapat  timbul pada  operasi  Linac dapat  diklasifikasi  ke dalam  3 jenis  yaitu  :  bahaya  radiasi, bahaya  kelistrikan, bahaya mekanik bahaya  panas dan bahaya  timbulnya  gas  ozon.
1. Bahaya  Radiasi
Suatu  pesawat  Linac hanya  memancarkan  radiasi  primer dalam bentuk sinar-x dan berkas elektron yang tidak menimbulkan  radiasi sekunder.  Radiasi primer  tersebut hanya  terjadi  selama pe:;awat  Linac diopoerasikan.  Jadi suatu fasilitas Linac  medic dapat digolongkan dalam fasilitas radiasi kelas  II.  Sekalipun  demikian untuk Linac dengan  energi sinar-x tinggi mungkin bisa menyebabkan  adanya  radiasi residu pada beberapa  komponen  seperti  pada  sistem  dosimetri  dan  filter perata  sinaI-x. Pengalarnan kecelakaan  yang  terjadi adalah suatu paparan  radiasi pada pasien  yang berlebihan karena  tidak termonitomya  dengan  baik  intensitas  radiasi.
Bahaya  radiasi dapat  timbul di dalam  dan  di sekitar  pesawat  Linac sekalipun  sistem Linac  tidak  sedang dioperasikan seperti sewaktu  testing  suatu subsistem sedang dilakukan.  Misalnya hila  sistem  generator  gelombang  mikro dihidupkan maka tabung magnetron  yang  dioperasikan  dengan  daya  tinggi dapat  menghasilkan  sinar-x. Di dalam struktur pemercepat  juga  dapat  timbul adanya  "arus gelap" (dark  currents)  sekalipun electron  gun  tidak beroperasi.
2.      Bahaya Kelistrikan
Pesawat  Linac mengandung  beberapa  komponen  yang dioperasikan  pada  tegangan tinggi.  Pompa vakum  jenis  ionik mungkin bisa terpasang  tegangan  hingga  7  kV, termasuk  juga  di  dalam power  supply  nya dan kabel-kabel  penghubung  keduanya. Generator  gelombang  rnikro beroperasi  pada  tegangan  hingga 45 kV  untuk mencatu anoda  dari magnetron. Gelombang  rnikro daya  tinggi dapat  membahayakan  retina mata manakala  bocor  ke  luar sistem
3.      Bahaya Mekanik
Bahaya mekanik pada pesawat  Linac dapat  berasal  dari  operasi motor dan rantai penggerak  dan dari  komponen-komponen  berat  misalnya  gantri. Bahaya  lainnya  adalah adanya  tekanan  tinggi dari  gas  freon  pada  waveguide.  Tabung-tabung  elektron  seperti tabung  thyratron  dan tabung  regulator  merupakan  subyek  dari  timbulnya  suatu  ledakan yang menimbulkan  pecahna-pecahan  kaca  melayang.
4.      Bahaya  Panas
Banyak  komponen  di  pesawat Linac  beroperasi pada  suhu  tinggi  dan  dapat menimbulkan  kebakaran. Komponen-komponen  tersebut  umumnya  berada  pada  power supply  khususnya  pada  tabung-tabung  elektron.
5.      Bahaya  Gas  Ozon
Pada  pengoperasian mode  elektron, berkas elektron  yang  ke  atmosfer  dapat menghasilkan  gas  ozon  karena  ionisasinya  pada  molekul-molekul   udara.
Berdasar  atas  jenis-jenis resiko yang  timbul  maka berikut ini  sistem  keselamatan yang dapat  dipasang  pada  fasilitas-fasilitas  Linac :
1.      Sistem Keselamatan Radiasi
Sistem  ini  memproteksikan adanya radiasi bocor  ke  luar  ruangan Linac  dan mencegah kemungkinan manusia  terkena paparan radiasi  tak  terkendali  disekitar pesawat  Linac. Paparan  radiasi  ke  luar dicegah  dengan  membuat  dinding beton  minimal setebal 1,5  meter.  Sedangkan  pencegahan  kemungkinan  terkenanya paparan tak terkendali  dilakukan dengan  cara-cara  :
a.       Penggunaan  tombol-tombol darurat  di pesawat  Linac  termasuk  power supply  dan  di dinding ruangan  pesawat.  Rila tombol ini ditekan  maka operasi  pesawat  Linac akan berhenti.
b.      Penggunaan  tombol  darurat  "EMERGENCY OFF"  di  meja  pengendali untuk menghentikan  radiasi  dengan  cepat  manakala  diperlukan.
c.       Pemasangan  tombol  saklar (switch) pada bagian pintu ruang pesawat  linac  untukmemberikan  signal  ke pengendali  operasi  bahwa  pintu  tertutup.
d.      Pemasangan  karnera  pada  ruang Linac untuk menghindari  adanya  paparan  radiasi kepada  seseorang  selain  pasien.
2.      Sistem Keselamatan Non Radiasi
Bahaya-bahaya  yang menyangkut  non radiasi penanganannya  mengikuti prosedur konvensional yang  umunya  sudah  dikenal,  seperti  penanganan  bahaya  tegangan  tinggi, bahaya  tekanan dan  suhu tinggi.  Berikut disajikan beberapa  penanganan  terhadap pencegahan  timbulnya bahaya  yang mungkin  spesifik  di pesawat  Linac:
a.         Diperlukan  sistem monitoring bahwa pasien  dan meja terapi  pasien sudah terposisikan  dengan  benar  untuk mencegah  benturan  sewaktu  pemutaran  gantri.
b.         Adanya tekanan  tinggi gas  freon, maka sistem  gelombang  mikro harus dibuat tekanan  atmosfer  sebelum  melepas  komponen-komponen  pada sistem  tersebut. Hal ini untuk mencegah  bahaya  dari  kerusakan  tekanan  internal  pada  komponen-komponen  dan  gasket-gasket.
c.         Pemasangan  blower pengisap  ruangan pesawat  Linac  adalah penting untuk mengeluarkan gas  ozon  yang  mungkin  timbul  pada pengoperasian  mode elektron.



BAB III
PENUTUP


A.  Kesimpulan

Linac adalah salah satu alat pemercepat elektron secara linear berenergi tinggi, dalam kisaran MeV. Pesawat Linac telah digunakan untuk terapi berbagai jenis tumor dan dirancang untuk menghasilkan multi energi berkas foton maupun elektron, sehingga alat ini dapat digunakan untuk berbagai kedalaman letak kanker.
Struktur utama dari pesawat Linac terdiri atas electron gun, struktur pemercepat, sistem pembelok, unit tanduk tritmen (treatment head), sistem gelombang mikro dan sistem vakum. Segi-segi keselamatannya terdiri atas keselamatan radiasi dan non radiasi. Segi keselamatan non radiasi terdiri atas bahaya-bahaya tegangan  tinggi listrik, komponen-komponen berat, tekanan tinggi gas freon, panas dan timbulnya gas ozon.

B.  Saran

 Linac merupakan pesawat yang dirancang untuk terapi berbagai jenis tumor dan mengukur kedalaman kanker. Namun, diantara manfaat-manfaat tersebut terdapat dampak negatif apabila proses tidak dilakukan sesuai dengan prosedur. Maka dari itu, sebagai saran untuk para petugas agar lebih memperhatikan kinerja yang sesuai dengan prosedur agar didapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.

DAFTAR PUSTAKA


Togap Marpaung, Kecelakaan Radiasi Yang Terkait Dengan Perala tan Radioterapi, Seri Informasi Keselamatan Nuklir No. 02 Rev. 0.0, Badan Pengawas Tenaga Nuklir.

Sumarsono. 2008. Dasar-dasar Linear Accelerator. (Online).
http://ss-radiology.blogspot.co.id/. Diakses pada 15 Maret 2016
Anonim. 2013. Pesawat Linac Pada Radioterapi. (Online).
https://arearadiologi.wordpress.com/. Diakses pada 15 Maret 2016


Tidak ada komentar:

Posting Komentar