KELOMPOK II :
ANDI ALHAQ 14008
ANDI AMELIA YUSPITA 14009
ANDI ARSITA RESPATI WULAN 14010
ANDI NUR HUTAMI FAJERIA 14011
ANDRI NUGRAHA 14012
ARMAYANTI 14013
NIA ADRIANTI 14035
AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
“ATRO” MUHAMMDIYAH MAKASSAR
2016
“ATRO” MUHAMMDIYAH MAKASSAR
2016
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji
syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, hidayah dan
karunia-Nyalah sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang
berjudul “PESAWAT EXTERNAL LINEAR ACCELERATOR”, yang mana makalah ini kami
susun yang bertujuan untuk memenuhi tugas dari Bapak Abd. Muthalib, A.MR dalam
menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akademi Teknik Radiodiagnostik dan
Radioterapi.
Adapun
penyusunan tugas ini sebagai materi serta bukti bahwa adanya mata kuliah Radioterapi.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam
penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik
dan saran, yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Semoga makalah ini, berguna dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Demikianlah
makalah ini disusun apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak dapat
kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Makassar, 15 Maret 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR............................................................................................ i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A. Latar
Belakang............................................................................................. 1
B. Rumusan
Masalah........................................................................................ 2
C. Tujuan
Penulisan.......................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 3
A. Sejarah
Accelerator...................................................................................... 3
B. Komponen
Utama Pesawat Linac............................................................... 5
C. Prinsip
Kerja Pesawat Linac........................................................................ 11
D. Bahaya
yang Dapat Terjadi Pada Pesawat Linac........................................ 13
BAB III PENUTUP............................................................................................... 17
A. Kesimpulan.................................................................................................. 17
B. Saran............................................................................................................ 17
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................... 18
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Radioterapi
adalah suatu tindakan pengobatan terapi radiasi pada penyakit tumor ganas
(kanker) dengan menggunakan radiasi pengion, seperti sinar-x,
sinar gamma ataupun elektron berenergi tinggi. Dalam
dunia kedokteran, sekitar tahun 1950, sebagian besar penyinaran radioterapi
eksternal dilakukan dengan menggunakan
sinar x-ray pada tegangan hingga 300 kVp. Karena semakin tinggi tegangan
yang dihasilkan semakin optimal pula hasil pengobatan., yakni diperoleh
kematian jaringan tumor sebanyak-banyaknya tetapi kerusakan jaringan sehat
sekitarnya adalah minimal. Perkembangan selanjutnya meningkat ke energi yang
lebih tinggi dengan menggunakan unit kobalt-60, kemudian pada tahun 1960 secara
bertahap kilovoltage konvensional tidak digunakan sepenuhnya tergantung dari
kasusnya terutama untuk pengobatan yang letak lesinya berada dipermukaan kulit
dan tidak jauh dari permukaan tubuh.
Pemanfaatan
tenaga nuklir telah cukup luas diberbagai bidang kegiatan di Indonesia, baik
secara kualitatif maupun kuantitatif, yakni sebagai modalitas untuk meningkatkan
produktivitas manusia. Beberapa rumah sakit di Indonesia telah memanfaatkan
Linear Accelerator sebagai sumber
radiasi dalam bidang radioterapi, khususnya untuk penanganan kasus
kanker. Pemanfaatan sumber radiasi ini dilakukan untuk menunjang kulitas hidup
manusia. Kian meningkatnya jumlah dan berkembangnya kasus kanker yang begitu
kompleks serta ketatnya sistem auditoring, menuntut peralatan terapi radiasi
eksterna yang berkualitas, sesuai dengan tujuan radioterapi, yakni kuratif dan
paliatif. Pada kasus kuratif diperlukan suatu data terapi radiasi yang akurat
dan presisi untuk mencapai kualitas hidup pasien/Quality of Life, sehingga
untuk kasus-kasus tertentu pada saat ini, penggunaan Linac masih lebih baik,
karena Linac mempunyai banyak kelebihan, antara lain: tingkat efisiensi dan
faktor ketepatan yang lebih tinggi, serta waktu radiasi yang dibutuhkan relatif
lebih stabil sehingga lebih banyak masyarakat yang akan terlayani.
B.
Rumusan Masalah
a.
Apa pesawat
external Linac itu ?
b.
Bagaimana sejarah
dari pesawat external Linac ?
c.
Apa saja komponen
dari pesawat external Linac ?
d.
Bagaimana
prinsip kerja dari peasawat external Linac ?
C.
Tujuan Penulisan
a.
Mengetahui apa itu
peasawat external Linac.
b.
Mengetahui
sejarah dari pesawat external Linac.
c.
Mengetahui
komponen pesawat external Linac.
d.
Mengetahui
prinsip kerja pesawat external Linac.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Accelerator
Accelerator
adalah alat yang dipakai untuk mempercepat gerak partikel bermuatan seperti
elektron, proton, inti-inti ringan, dan inti atom lainnya. Mempercepat gerak
pertikel bertujuan agar pertikel tersebut bergerak dengan cepat sehingga
memiliki energi kinetik yang sangat tinggi. Untuk mempercepat gerak partikel
ini diperlukan medan listrik ataupun medan magnet.
Dilihat dari
jenis gerakan medan partikel, ada dua jenis akselerator, yaitu akselerator
dengan gerak partikelnya lurus (lebih dikenal sebutan akselerator liniear) dan
gerak partikelnya melingkar (akselerator magnetik).
Accelereator
gerak pertama kali dikembangkan oleh dua orang fisikawan Inggris, J.D. Cockroft
dan E.T.S Walton, di Laboratorium Cavendish, Universitas Cambrige pada 1929.
atas jasanya itu, mereka dianugrahi hadiah Nobel bidang fisika pada 1951. Pada
mulanya, accelerator partikel dipakai untuk penelitian fisika energi tinggi
dengan cara menabrakan partikel berkecepatan sangat tinggi ke target tertentu.
Namun, ada beberapa jenis akselerator partikel yang dirancang untuk memproduksi
radiasi berenergi tinggi untuk keperluan radioterapi.
Linear
Accelerator pertama kali diperkenalkan oleh R. Wideroe di Swiss pada 1929,
namun unjuk kerjanya saat itu kurang memuaskan. Linac mempunyai kelebihan dan
kekurangan dibandingkan dengan akselerator magnetik. Di samping itu, penyutikan
artikel yang akan dipercepat dalam akselerator magnetik sangat sulit dilakukan,
sedang pada Linac partikel dalam bentuk berkas terkolimasi secara otomatis
terpencar ke dalam tabung akselerator.
Pesawat
pemercepat elektron (Linear Accelerator/Linac) dirancang untuk menghasilkan
multi energi dalam kisaran MeV. Pesawat yang digunakan untuk keperluan terapi penyinaran
ini dapat menghasilkan 2 jenis radiasi, yaitu berkas elektron maupun foton
sinar-x. Berkas elektron digunakan untuk penyinaran tumor yang berada di
permukaan seperti payudara, kulit, kepala dan leher, sedangkan berkas foton
digunakan untuk penyinaran jaringan tumor yang jauh dari permukaan kulit
misalnya otak, rahim, hati, dan paru-paru.
Keberadaan
pesawat radioterapi khususnya Linac,
dirasakan sangat efisien, dengan adanya multi energi pada satu alat Linac
dengan tidak membutuhkan banyak ruangan untuk mendapatkan lebih dari satu
energi, baik foton maupun elektron. Energi radiasi yang digunakan dapat
memberikan harapan bagi pasien kanker,
mempunyai dampak positif untuk sembuh dan dampak negatif yang dapat
ditimbulkan apabila melakukan tindakan diluar prosedur yang berlaku. Kasus
kecelakaan berkenaan dengan pesawat
Radioterapi Linac biasanya berawal dari
berkas radiasi yang keluar tidak sesuai yang diinginkan pada saat menyinari pasien.
American Association of Physicists in
Medicine (AAPM) merekomendasikan bahwa dosis yang diberikan dalam terapi pasien
mempunyai ketidakakuratan yang
diperbolehkan berada pada
jangkauan ± 5%., sehingga prosedur dalam radioterapi harus ada, seperti
perhitungan dosis radiasi, peletakkan pasien, kalibrasi pesawat, dan
kalibrasi analisa keluaran
berkas radiasi yang memiliki nilai keakurasian sekitar ±
2-3% dan dengan adanya preventive
maintenance mesin Linac serta melakukan
kendali kualitas dan jaminan kualitas terhadap berkas radiasi secara berkala
akan mengurangi kecelakaan radiasi, guna mencapai keberhasilan pengobatan
secara maksimal.
B.
Komponen Utama Peawat Linac
Di dalam
Linac berkas lurus,
komponen-komponen Linac seperti
electrongun dan target harus
tersusun rapat (compact). Serta
terinstal dalam rangka kepala sinar-x
berbentuk tanduk (x-ray
head) dengan ruangan sangat
terbatas. Linac dengan berkas membelok umumnya menggunakan magnet
pembelok akhromatik 270
yang terletak pada rangka kepala tanduk
sinar-x. Dalam hal
ini pembatasan pada ukuran fisik dari peralatan akselerator
sangat longgar. Akselerator
terinstal secara horizontal,
baik dalam suatu gantri (kerangka peluncur) yang berputar atau dalam suatu
rumah statik yang terpisah. Dalam hal yang terakhir, suatu sistem
transport digunakan untuk membawa berkas elektron
ke tanduk sinar-x. Pendekatan desain
untuk peralatan akselerator ditentukan oleh energi berkas maksimum, spesifikasi mode-mode foton
dan elektron.
Spesifikasi Linac yang umumnya
dipakai di klinik-klinik terapi
kanker adalah Linac yang
menghasilkan energy elektron
sekitar 10 MeV dengan dosis 2-3 Gray untuk penampang 15 x
15 cm yang terukur pada 100 cm
SSD. Instalasi Umum Linac Secara garis
besar ditunjukan pada Gambar.1 dengan komponen-komponen utama
Linac zarah elektron
untuk keperluan medik
terdiri dari :
Gambar
1. Komponen Peasawat Linac
1.
Electron Gun
Electron gun
membangkitkan berkas elektron
dengan arus hingga
kira-kira 500rnA pada tegangan
15 k
V. Komponennya terutama
terdiri atas katoda pemancar
elek1tron yang dipanasi secara
tak langsung, sistem ekstraksi
untuk mengeluarkan berkas elektron clan suatu
slit (celah) untuk mengatur
intensitas berkas elektron yang dikeluarkan. Komponen
ini umumnya dioperasikan pada
kevakuman 10-6 rnrnHG atau lebih rendah lagi. Jika kevakuman kurang, emisi berkas elektron dari katoda akan berkurang clan
katoda bisa rusak.
Laju emisi
elektron dikendalikan oleh
adanya grid (kisi) jaringan
yang terpasang di dekat bagian permukaan katoda
Ketika Electron Gun dalam kondisi "siap" (standby), grid
(kisi) diberi tegangan bias
negatif terhadap katoda, ini
akan menghentikan aliran elektron. Untuk mengemisikan berkas
elektron keluar, grid
diberi tegangan pulsa positif
yang mana frekuensi pulsanya disesuaikan
dengan frekuensigelombang mikro
pada struktur pemercepat.
2.
Sistem
Pemercepat dan Pembelok Berkas Elektron
Komponen sistem pemercepat berfungsi mempercepat berkas
elektron yang diinjeksikan oleh electron
gun hingga diperoleh energi yang cukup untuk diarahkan untuk keperluan terapi. Strukturnya berupa tabung silinder yang berisi sel-sel saling
berangkai secara seri,
setiap sel berupa
rongga dan gelang. Ke dalam tabung
ini diinjeksikan gelombang mikro yang selanjutnya terbentuk gelombang berdiri
(standing wave) di dalamnya.
Struktur pemercepat didesain
dan dioperasikan sedemikian
rupa sehingga medan listrik gelombang mikro sepanjang sumbu
sangat kuat dan
hampir nol pada luar sumbu. Arab medan listriknya sejajar dengan
sumbu struktur, dan arahnya saling
berlawanan pada sam sel
dengan sel tetangganya
(berbeda rase 180°).
Besarnya intensitas medan
listrik bervariasi secara sinus
pada frekuensi gelombang
mikro. Jadi, medan dalam suatu
setakan bervariasi waktu daTi suatu
harga besar ke not dan
tertuju ke satu arab kemudian batik ke harga besar
yang sarna tetapi
tertuju ke arab sebaliknya,
demikian seterusnya. Berkas
elektron dari electron
gun diinjeksikan untuk mula
pertama ke struktur ini ketika
medan listrik pada sel
pertama terarah ke depan. Sedangkan manakala
medan pada sel pertama ini berbalik
arah, tak ada berkas
elektron yang terinjeksikan. Berkas elektron yang telah
terinjeksikan ke dalam sel pertama
akan mengalarni percepatan diantara dua gelang di dalam sel pertama
tersebut. Ketika masuk ke set
kedua, arah medan listrik di sel kedua
ini sudah berbalik ke arah maju
sehingga berkas elektron
akan dipercepat lagi (ketika medan
listrik di set
pertama ke arah maju, medan listrik
di sel kedua ke arah
mundur). Percepatan bertingkat ini akan berlangsung terus,
hingga sampai sel terujung sehingga diperoleh
kumulasi energi maksimum.
Adanya beda rase yang saling berlawanan di
antara set-set yang
bertetangga ini menyebabkan
berkas elektron akan
terpisabkan oleh siklus
gelombang mikro dan membentuk
berkas yang bergerombol-gerombol (bunched
beams).
Jarak di antara
sel-sel yang bertetangga
bervariasi untuk menjaga sinkronisme
di antara gerombol berkas
elektron dan medan listrik.
Dalam hal ini, karena
semakin lama kecepatan gerombol berkas semakin
besar maka diperlukan waktu lewat
di dalam sel lebih panjang agar
pada waktu berkas mencapai
ujung suatu sel, medan listrik pada
sel berikutnya sudah ke arah
maju. Sinkronisme ini
dibuat dengan membuat
panjang sel juga semakin besar
untuk sel yang lebih
ke depan.
Setelah pemercepatan, berkas elektron
dibelokkan sebesar 270
di dalam beam duct oleh pengaruh medan magnet
pembelok. Berkas kemudian ke atmosfer dalam peralatan threatment head melalui
jendela berkas. Jendela ini terbuat dari foil metal ringan yang tipis untuk
meminimalkan kehilangan energi berkas elektron.
3.
Peralatan Tanduk
Tritmen (Treatment Head)
Peralatan ini
mengubah berkas elektron menjadi
bentuk yang cocok untuk disajikan dan
memantau dosis keluaran. Peralatan ini terdiri atas komponen-komponen: target yang mengubah
berkas elektron menjadi
sinar x, suatu filter perata
sinar x, kamar monitor dosis
untuk memonitor dosis keluaran dan suatu kolimator untuk mengatur medan radiasi
sinar x.
Unit ini juga
dibuat sedemikian rupa agar berkas elektron atau sinar-x dapat didistribusikan
untuk unit tritmen serta dapat diatur dosis
clan energi berkasnya
sesuai dengan keperluan.
4.
Sistem Microwave (Sistem Gelombang Mikro)
Sistem ini
membangkitkan dan memasok gelombang
mikro daya tinggi ke dalam
struktur pemercepat.
Komponen-komponennya terdiri atas: suatu
tabung magnetron, suatu konverter
mode round/rectangular, corner
waveguide, sirkulator, variable reactance, dummy
load, directional copier, RFwindow dan
sistem gas SF6.
5.
Sistem Vakum
Sistem vakum
mengosongkan sistem pemercepat berkas
elektron dan sistem pembelok
hingga terbebas dari ion-ion atau partikel-partikellain yang tidak diinginkan. Suatu sistem
vakum diperlukan untuk mengisap gas
dan menjaga kevakuman
agar dapat berlangsung pembangkitan
dan pemercepatan berkas elektron dalam pesawat
Linac. Bagian-bagian yang
divakurnkan oleh sistem ini adalah: wave
guide, electron gun, struktur pemercepat
dan beam duct.
Suatu pompa rotari digunakan untuk
mengisap gas dari tekanan
atmosfer ke kevakuman hingga
kira-kira 10-2 mmHg, dan
suatu pompa ion digunakan untuk memvakumkan dari
10-2 mmHg hingga kira-kira 10-7
mmHG atau lebih.
6.
Sistem Pendingin
Pesawat Linac harns didinginkan karena beberapa
komponen membangkitkan panas. Struktur
pemercepatan harus dijaga pada
temperatur tertentu karena karakteristiknya berubah sesuai sesuai dengan perubahan temperatur.
Untuk itu diperlukan sistem pendingin air terkendali yang terdiri
atas sistem primer dan sistem sekunder. Sistem primer
akan mendinginkan secara langsung
pada komponen-komponen Linac dan
sistem sekunder akan
mendinginkan sistem primer.
Aliran air pendingin primer dalarn besaran kurang
lebih 10 l/menit
akandialirkan ke struktur
pemercepat selanjutnya tercabang ke cabang
A dan B. Cabang A dengan
debit kira-kira 4
lImenit akan mendinginkan secara
seri ke
komponen- komponen: target, beam
duct, magnet pembelok dan
sirkulator. Cabang B dengan debit 6
l/menit akan mengaliri
secara seri komponen-komponen generator
micro-wave yaitu: frc cavity,
magnetron, rf window dan dummy
load.
7.
Modulator
Pulsa (termasuk unit penggerak thyratron dan
unit pengatur)
Modulator pulsa memberikan pulsa-pulsa energi
tinggi dan pulsa tegangan tinggi
kepada magnetron dan elektron
gun.
8.
Sistem Penggerak Unit Perawatan
Sistem ini
menyangga gantry dari unit
perawatan dan memutarnya manakala
perlu. Sistem penggerak ini
terdiri dari mekanisme pemutar
gantri dan sistem pemasok daya untuk mekanisme penggerak
tersebut.
9.
Unit Pengatur
Unit pengatur
berperan hampir semua
fungsi pengoperasian dan
pengendalian terkecuali untuk pengatur posisi pasien pada ruang perawatan.
10.
Lengan penggantung
(pendant)
Unit ini
digunakan untuk memposisikan
pasien pada unit
meja perawatan.
C.
Prinsip Kerja Pesawat Linac
Linac semula
dipakai untuk mempercepat partikel bermuatan positif seperti proton. Namun,
setelah berbagai modifikasi, mesin dapat pula dipakai untuk mempercepat
partikel bermuatan negatif seperti elektron. Dalam hal ini, elektron yang
dipercepat mampu bergerak dengan kecepatan mendekati kecepatan cahaya (elektron
dengan energi 2 MeV bergerak dengan keceaptan 0,98 c, dengan c adalah keepatan
cahaya). Jika elektron berenergi tinggi itu ditabrakan pada target dari logam
berat maka dari pesawat Linac akan di pancarkan sinar-x bernergi tinggi.
Radioterapi
dapat juga dilakukan dengan menggunakan elektron berenergi tinggi. Elektron
yang dipercepat dalam Linac dapat lamgsung di manfaatkan untuk radioterapi
tanpa harus ditabrakkan terlebih dahulu dengan logam berat. Jadi, Linac dapat
juga berperan sebagai sumber radiasi partikel berupa elektron cepat yang dapat
dimanfaatkan untuk radioterapi tumor. Linac dalam aplikasinya menggunakan
teknologi gelombang mikro yang digunakan untuk radar. Gelombang mikro ini
dimanfaatkan untuk mempercepat elektron dalam akselerator bertumbukan dengan
heavy metl target yang disebut “wave guide”.
High energy x-rays tersebut kemudian akan diatur untuk kemudian
diberikan pada pasien tumor dan diatur keluarannya dari mesin yang disesuaikan
dengan keadaan dari pasien. Sinar yang keluar dari bagian accelerator disebut
sebagai gantry yang berotasi disekeliling pasien.
Ketika pasien ditempatkan pada kursi pengobatan yang dapat bergerak kesegala arah, hal ini agar dapat dipastikan radiasi dalam posisi yang tepat. Radiasi dikirim melalui kursi pengobatan
.
Gambar 2. Prinsip Kerja Pesawat Linac
D.
Bahaya yang Dapat Terjadi Pada Pesawat Linac
Sistem
keselamatan dari suatu fasilitas Linac dapat dibagi
dalam keselamatan personel dan
keselamatan alat. Untuk menjalankan fungsi keselamatan, suatu sistem perangkat keras
interlock dipasang pada
sistem alat dan
fasilitas infrastruktur. Berikut suatu
tinjauan pada sistem keselamatan
personel yang berkaitan
dengan pengoperasian pesawat Linac.
Bahaya-bahaya yang dapat
timbul pada operasi Linac dapat
diklasifikasi ke dalam 3 jenis
yaitu : bahaya
radiasi, bahaya kelistrikan,
bahaya mekanik bahaya panas dan
bahaya timbulnya gas
ozon.
1.
Bahaya Radiasi
Suatu pesawat
Linac hanya memancarkan radiasi
primer dalam bentuk sinar-x dan berkas elektron yang tidak
menimbulkan radiasi sekunder. Radiasi primer tersebut hanya terjadi
selama pe:;awat Linac
diopoerasikan. Jadi suatu fasilitas
Linac medic dapat digolongkan dalam
fasilitas radiasi kelas II. Sekalipun
demikian untuk Linac dengan
energi sinar-x tinggi mungkin bisa menyebabkan adanya
radiasi residu pada beberapa
komponen seperti pada
sistem dosimetri dan
filter perata sinaI-x. Pengalarnan
kecelakaan yang terjadi adalah suatu paparan radiasi pada pasien yang berlebihan karena tidak termonitomya dengan
baik intensitas radiasi.
Bahaya radiasi dapat
timbul di dalam dan di sekitar
pesawat Linac sekalipun sistem Linac
tidak sedang dioperasikan seperti
sewaktu testing suatu subsistem sedang dilakukan. Misalnya hila
sistem generator gelombang
mikro dihidupkan maka tabung magnetron
yang dioperasikan dengan
daya tinggi dapat menghasilkan
sinar-x. Di dalam struktur pemercepat
juga dapat timbul adanya
"arus gelap" (dark
currents) sekalipun electron gun
tidak beroperasi.
2.
Bahaya
Kelistrikan
Pesawat Linac mengandung beberapa
komponen yang dioperasikan pada
tegangan tinggi. Pompa vakum jenis
ionik mungkin bisa terpasang
tegangan hingga 7 kV, termasuk juga
di dalam power supply
nya dan kabel-kabel
penghubung keduanya. Generator gelombang
rnikro beroperasi pada tegangan
hingga 45 kV untuk mencatu anoda dari magnetron. Gelombang rnikro daya
tinggi dapat membahayakan retina mata manakala bocor
ke luar sistem
3.
Bahaya Mekanik
Bahaya mekanik
pada pesawat Linac dapat berasal
dari operasi motor dan rantai penggerak dan dari
komponen-komponen berat misalnya
gantri. Bahaya lainnya adalah adanya
tekanan tinggi dari gas
freon pada waveguide.
Tabung-tabung elektron seperti tabung thyratron
dan tabung regulator merupakan
subyek dari timbulnya
suatu ledakan yang
menimbulkan pecahna-pecahan kaca
melayang.
4.
Bahaya Panas
Banyak komponen
di pesawat Linac beroperasi pada suhu
tinggi dan dapat menimbulkan kebakaran. Komponen-komponen tersebut
umumnya berada pada power
supply khususnya pada
tabung-tabung elektron.
5.
Bahaya Gas
Ozon
Pada pengoperasian mode elektron, berkas elektron yang
ke atmosfer dapat menghasilkan gas
ozon karena ionisasinya
pada molekul-molekul udara.
Berdasar atas
jenis-jenis resiko yang
timbul maka berikut ini sistem
keselamatan yang dapat
dipasang pada fasilitas-fasilitas Linac :
1.
Sistem
Keselamatan Radiasi
Sistem ini
memproteksikan adanya radiasi bocor
ke luar ruangan Linac
dan mencegah kemungkinan manusia
terkena paparan radiasi tak terkendali
disekitar pesawat Linac.
Paparan radiasi ke
luar dicegah dengan membuat
dinding beton minimal setebal
1,5 meter. Sedangkan
pencegahan kemungkinan terkenanya paparan tak terkendali dilakukan dengan cara-cara
:
a. Penggunaan
tombol-tombol darurat di
pesawat Linac termasuk
power supply dan di dinding ruangan pesawat.
Rila tombol ini ditekan maka
operasi pesawat Linac akan berhenti.
b. Penggunaan
tombol darurat "EMERGENCY OFF" di
meja pengendali untuk menghentikan radiasi
dengan cepat manakala
diperlukan.
c. Pemasangan
tombol saklar (switch) pada
bagian pintu ruang pesawat linac untukmemberikan signal
ke pengendali operasi bahwa
pintu tertutup.
d. Pemasangan
karnera pada ruang Linac untuk menghindari adanya
paparan radiasi kepada seseorang
selain pasien.
2.
Sistem
Keselamatan Non Radiasi
Bahaya-bahaya yang menyangkut non radiasi penanganannya mengikuti prosedur konvensional yang umunya
sudah dikenal, seperti
penanganan bahaya tegangan
tinggi, bahaya tekanan dan suhu tinggi.
Berikut disajikan beberapa
penanganan terhadap pencegahan timbulnya bahaya yang mungkin
spesifik di pesawat Linac:
a.
Diperlukan sistem monitoring bahwa pasien dan meja terapi pasien sudah terposisikan dengan
benar untuk mencegah benturan
sewaktu pemutaran gantri.
b.
Adanya
tekanan tinggi gas freon, maka sistem gelombang
mikro harus dibuat tekanan
atmosfer sebelum melepas
komponen-komponen pada sistem tersebut. Hal ini untuk mencegah bahaya
dari kerusakan tekanan
internal pada komponen-komponen dan
gasket-gasket.
c.
Pemasangan blower pengisap ruangan pesawat Linac
adalah penting untuk mengeluarkan gas
ozon yang mungkin
timbul pada pengoperasian mode elektron.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Linac
adalah salah satu alat pemercepat elektron secara linear berenergi tinggi,
dalam kisaran MeV. Pesawat Linac
telah digunakan untuk terapi berbagai jenis tumor dan dirancang untuk
menghasilkan multi energi berkas foton maupun elektron, sehingga
alat ini dapat digunakan untuk berbagai kedalaman letak kanker.
Struktur utama dari pesawat Linac
terdiri atas electron gun, struktur pemercepat, sistem pembelok, unit tanduk
tritmen (treatment head), sistem gelombang mikro dan sistem vakum. Segi-segi keselamatannya
terdiri atas keselamatan radiasi dan non radiasi. Segi keselamatan non radiasi
terdiri atas bahaya-bahaya tegangan tinggi
listrik, komponen-komponen berat, tekanan tinggi gas freon, panas dan timbulnya
gas ozon.
B.
Saran
Linac merupakan
pesawat yang dirancang untuk terapi berbagai jenis tumor dan mengukur kedalaman
kanker. Namun, diantara manfaat-manfaat tersebut terdapat dampak negatif
apabila proses tidak dilakukan sesuai dengan prosedur. Maka dari itu, sebagai
saran untuk para petugas agar lebih memperhatikan kinerja yang sesuai dengan
prosedur agar didapatkan manfaat yang sebesar-besarnya.
DAFTAR PUSTAKA
Togap
Marpaung, Kecelakaan Radiasi Yang Terkait Dengan Perala tan Radioterapi, Seri
Informasi Keselamatan Nuklir No. 02 Rev. 0.0, Badan Pengawas Tenaga Nuklir.
Sumarsono.
2008. Dasar-dasar Linear Accelerator. (Online).
http://ss-radiology.blogspot.co.id/. Diakses pada 15 Maret 2016
http://ss-radiology.blogspot.co.id/. Diakses pada 15 Maret 2016
Anonim.
2013. Pesawat Linac Pada Radioterapi. (Online).
https://arearadiologi.wordpress.com/. Diakses pada 15 Maret 2016
https://arearadiologi.wordpress.com/. Diakses pada 15 Maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar