MAKALAH USG
“TEKNIK SCANNING USG PADA KASUS FATTY LIVER”
“TEKNIK SCANNING USG PADA KASUS FATTY LIVER”

NAMA KELOMPOK:
AINUN MARDIYAH AIBAR 14007
ANDI AMELIA YUSPITA 14009
ANDI ARSITA RESPATI WULAN 14010
ANDI NUR HUTAMI FAJERIA 14011
ARMAYANTI 14013
AYU NINGSIH 14015
DEFI INDAH PERMATASARI 14016
DESI KURNIA 14017
DIAN ILMAYANA 14018
DWI ANGGRAINI PUSPITA 14019
AINUN MARDIYAH AIBAR 14007
ANDI AMELIA YUSPITA 14009
ANDI ARSITA RESPATI WULAN 14010
ANDI NUR HUTAMI FAJERIA 14011
ARMAYANTI 14013
AYU NINGSIH 14015
DEFI INDAH PERMATASARI 14016
DESI KURNIA 14017
DIAN ILMAYANA 14018
DWI ANGGRAINI PUSPITA 14019
AKADEMI
TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
(ATRO) MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016
(ATRO) MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016
KATA
PENGANTAR
Assalamualaikum
Wr.Wb.
Puji syukur atas
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, hidayah dan karunia-Nyalah sehingga
saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “Teknik Scanning USG
Pada Kasus Fatty Liver”, yang mana makalah ini kami susun yang bertujuan untuk
memenuhi tugas dari Ibu Nurbaeti Salam, S.ST dalam menempuh pendidikan di
Sekolah Tinggi Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi.
Adapun
penyusunan tugas ini sebagai materi serta bukti bahwa adanya mata kuliah USG.
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian
data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran,
yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah
ini, berguna dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Demikianlah
makalah ini disusun apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak dapat
kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Makassar, 25 Februari 2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A.
Latar Belakang............................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah.......................................................................................... 2
C.
Tujuan Penulisan............................................................................................ 2
D.
Manfaat
Penulisan.......................................................................................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA................................................................................... 4
A.
Anatomi
Fisiologi Liver................................................................................. 4
B.
Patofisiologi
Pemeriksaan Liver..................................................................... 6
C.
Penyebab Fatty Pada Liver........................................................................... 8
D.
Gejala Fatty
Pada Liver................................................................................. 9
E.
Penyembuhan
Fatty Pada Liver..................................................................... 10
F.
Proteksi Diri
Fatty Pada Liver....................................................................... 10
G.
Prinsip Kerja
Pesawat USG........................................................................... 11
H.
Komponendan
Jenis Tranduser...................................................................... 11
BAB III PEMBAHASAN........................................................................................ 12
A.
Teknik
Pemeriksaan Liver.............................................................................. 12
B.
Hasil Scanning
Normal Usg Liver................................................................. 14
C.
Hasil Scanning
Abnnormal USG Liver.......................................................... 15
BAB IV PENUTUP.................................................................................................. 16
A.
Kesimpulan.................................................................................................... 16
B.
Saran.......................................................................................................... .... 17
DAFTAR
GAMBAR
Gambar
1. Anatomi Liver................................................................................... 5
Gambar
2. Komponen Tranducer........................................................................ 12
Gambar
3. Jenis Tranducer.................................................................................. 12
Gambar
4. Right Lobe Liver Longitudinal........................................................ 14
Gambar
5. Left Lobe Liver Longitudinal........................................................... 14
Gambar 6. Right
Lobe Fatty Liver..................................................................... 15
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pada
zaman modern ini, seluruh dunia mengalami pengaruh globalisasi dan hal ini
menyebabkan banyak perubahan dalam hidup manusia, salah satunya adalahperubahan
gaya hidup. Bertambahnya kesibukan cenderung membuat orang tidakpunya waktu
memasak makanan sendiri. Masyarakat sekarang lebih banyakmengonsumsi makanan
siap saji yang tinggi lemak tanpa memperhatikankandungan gizinya. Perubahan
pola makan ini dapat mempengaruhi kesehatanseseorang, apalagi ditambah dengan
pola hidup yang buruk seperti kurangolahraga, merokok, kurang tidur, dan
lainnya. Jika pola hidup yang buruk ini terusdilakukan maka dapat terkena
penyakit seperti perlemakan hati atau non-alcoholicfatty liver disease.
Prevalensi perlemakan hati meningkat pada orang-orang yangmengalami obesitas
dan diabetes, serta menjadi penyebab penyakit hati tersering di negara Eropa
(Dowman, 2010).
Non-alcoholic
fatty liver disease adalah penyakit hati yang paling umum
dinegara industri Barat, sekitar 20-40% dari populasi umum. Berdasarkan survei
di China, Jepang, dan Korea menunjukkan bahwa prevalensi dari non-alcoholic
fattyliver disease sekarang adalah 12%-24%. Hal ini tergantung dari usia,
jenis kelamin, etnik, dan lokasi (Chitturi, 2007). Non-alcoholic fatty liver
diseaseadalah penyakit hati yang memiliki spektrum luas yaitu meliputi simple
steatosis, nonalcoholic steatohepatitis, sirosis hati, gagal hati,
dan hepatocellular cancer. Non-alcoholic fatty liver disease ditandai
dengan penimbunan lemak dalam hal yang tidak disebabkan karena konsumsi
alkohol. Nonalcoholic steatohepatitisadalah tingkat lanjut yang lebih
berat dari simple steatosis, berupa perlemakan hati yang terdiri dari
steatosis, infiltrasi sel radang, fibrosis, hepatocyte balloning dan nekrosis,
Mallory’s hyaline, dan nukleus glikogen (Schiff, 2007).
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar
belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini
adalah:
1.
Apakah pengertian Fatty Liver ?
2.
Bagaimanakahgejala pada Fatty Liver ?
3.
Apakah yang menjadi penyebab Fatty pada Liver ?
4.
Bagaimanakah mmeproteksi diri Fatty Liver ?
C. Tujuan Penulisan
Berdasarkan
perumusan masalah diataas, maka tujuan penulisan dari makalah ini, yaitu:
1.
Untuk mengetahui
apa yang dimaksud dengan Fatty Liver.
2.
Untuk mengetahui
gejala pada Fatty Liver.
3.
Untuk mengetahui
apa saja yang menjadi penyebab Fatty pada iver.
4.
Untuk mengetahui
bagaimana memproteksi diri dari Fatty Liver.
D. Manfaat Penulisan
Berikut adalah merrupakan manfaat dari penulisan
makalah ini, antara lain:
1.
Mahasiswa diharapkan
dapat memperdalam pengetahuannya megenai pengertian Fatty Liver.
2.
Mahasiswa
diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya mengenai indikasi peeriksaan Fatty
Liver.
3.
Mahasiswa
diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya mengenai penyebab fatty pada Liver.
4.
Mahasiswa
diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya mengenai proyeksi diri dari Fatty
Liver.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A. Anatomi Fisiologi Liver
Liver adalah organ yang
terbesar yang terletak di sebelah kanan atas rongga perut di bawah diafragma.
Beratnya 1.500 gr atau 2,5 % dari berat badan orang dewasa normal. Pada kondisi
hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Liver terbagi menjadi
lobus kiri dan lobus kanan yang dipisahkan oleh ligamentum falciforme.
Lobus kanan Liverenam kali lebih besar dari lobus kirinya dan Liver mempunyai 4
bagian utama yaitu :
1. Lobus
kanan (Right Lobe)
Merupakan bagian terbesar, dalam melakukan
scanning perhatikan jaringannya (Hepatic
tissue). Lobus kanan sipisahkan dari lobus kiri dengan mainbular fisssure
caudally dan middle hepatic vein cranially. Inferior Vena Cava (IVC) dan
kandung empedu (GB) bisa ditemukan antara lobus kanan dan lobus kiri.
2. Lobus
Kiri (Left Lobe)
Lobus kiri selalu lebih kecil dari lobus
kanan, tetapi ukurannya bervariassi.
3. Caudate
Lobe
Caudate lobe terletak posterior dari
portahepatika, antara fissura dari ligamentum venosum dan IVC. Bagian kiri
caudate lobe adalah posterior dari baoundari hepatic. Margin kiri dari caudate
merupakan batas antara IVC dengan portal vein. Liver merupakan salah satu organ
di dalam rongga perut atas yangdikelilingi oleh tulang iga.
4. Quadrate
Lobe
Terletak antara fissura dan ligamentum teres
dengan fossa dari Gall Blader, dan anterior porta hepatika. Pada bagian
belakang (dorsal surface) dipishkan dari caudate lobe dengan fissura dari
ligametum venosum dan proximal portion dari left portal vein.

Gambar 1. Anatomi Liver
Fungsi
utama hati, yaitu:
1. Untuk metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat.
Bergantung kepada kebutuhan tubuh, ketiganya dapat saling dibentuk.
2. Untuk tempat
penyimpanan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe) serta vitamin yang larut
dalam lemak (vitamin A,D,E, dan K), glikogen dan berbagai racun yang tidak
dapat dikeluarkan dari tubuh (contohnya : pestisida DDT).
3. Untuk detoksifikasi dimana hati melakukan inaktivasi
hormon dan detoksifikasi toksin dan obat.
4. Untuk fagositosis mikroorganisme, eritrosit, dan
leukosit yang sudah tua atau rusak.
5. Untuk sekresi, dimana hati memproduksi empedu yang
berperan dalam emulsifikasi dan absorbsi lemak
B. Patofisiologi Pada Liver
1.
Hepatitis
Hepatitis
adalah peradangan pada sel-sel hati.Virus merupakan penyeabab hapatitisyang
paling sering, terutama Virus hepatitis A,B,C,D dan E, namun ada juga yang
menyeutkan ada virus F dan G (virus baru). Pada umunya penderita hepatitis A
dan E dapat sembuh, sebaliknya hepatitis B dan C dapat menjadi kronis. Virus
hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus
hepatitis B dan dapat memperparah keadaan penderita.
2. Kanker
Hati
Kanker
hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang
banyak terjadi adalah Hepatocelluler Carciloma (HCC). HCC merupakan komplikasi
akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena
hepatitis B,C dan Hemochromatosis.
3. Perlemakan
Hati
Perlemakan
hati terjadi bila penimbunnan lemak melebih 5% dari berat hati atau mengenai
lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati ini sering berpotensi
menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena
mengkonsumsi alkohol berlebih disebut
ASH ( Alcoholic Steatohepatitis).
4. Sirosis
Hati
sirosisHati
adalah keadaan penyakit yangsudah lanjut dimana ungsi hati sudah sangat
terganggu akibat banyaknya jaringan ikat didalam hati. Sirosis hati dapat
terjadi karena virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan,karena alkohol, salah
gizi, atau karena penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu.
Sirosis tidak dapat disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengobati
komplikasi yang terjadi(seperti muntah dan berak darah, assites atau perut
membesar, mata kuning serta ,
hepaticum).
5. Joundice
Joundice
adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir.
Joundice terjadi karena darah bayimengandung kelebihan bilirubin, pigmen
berwarna kuning pada sel darah merah. Joundice adalah kondisi umum, terutama
pada bayi lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan bayi yang
diberi asi. Joundice biasanya terjadi karena hati bayi belum cukup matang untuk
menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah. Dalam beberapa kasus, penyakit yang
mendasari, dapat menyebabkan penyakit kuning.
6. Kista
Hati
Kista
Hati adalah salah satu bentuk umum dari kista yang mempunyai struktur yang
tipis menyeruoai kantung dan ditemukan di jaringan hati. Ukuran kista hati
dapat bervariasimuai dari diameter 2 mm sampai lebih dari 20 cm. Namun
kebanyakan penderita memiliki kista dengan ukuran sekitar 2 cm.
7. Tumor
Hati
Tumor
Hati merupakan suatu sel yang tumbuh namun tidak normal, dan pertumbuhannya
tidak terkendali. Ada dua jenis tumor yaitu tumor ganas dan tumor jinak. Tumor
ganas dapat merusak jaringan tubuh yang tidak terkena sebelumnya, perkembangan
tumor ganas cenderung cepat, jika tidak cepat ditangani, lama kelamaan tumor
akan menjadi sel kanker. Tumor jinak merupakan tumor yang tumbuh pada bagian
tertentu dan tidak menyebar pada jaringan tubuh yang lainnya. Salah satu
tumoryang dapat tumbuh di tubuh adalah tumor hati.
C. Penyebab Fatty Pada Liver
Perlemakan hati
secara garis besar dibagi 2, yaitu penyakit perlemakan hati alkoholik dan
penyakit perlemakan hati non alkoholik. Penyakit hati alkoholik berkembang
karena kelebihan minum alkohol. Di sisi lain, perlemakan hati non alkohol
dihubungkan dengan kelebihan berat badan atau kegemukan yang disebabkan karena
terlalu sering makan makanan berlemak tinggi dan berkalori tinggi.
Ada beberapa penyebab dari fatty Liver yaitu:
1.
Seseorang yang
memiliki bobot tubuh yang berlebihan/kegemukan (obesitas).
2.
Menderita
kencing manis (diabetes).
3.
Efek samping
dari konsumsi minuman beralkohol dan bersoda.
4.
Efek samping
dari obat-obatan kimia, seperti kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat,
metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning.
5.
Seseorang yang
kekurangan gizi atau akibat dari diet rendah protein.
6.
Akibat
berlebihan mengkonsumsi vitamin A sehingga mengakibatkan tubuh mengalami
keracunan vitamin A.
7.
Pasca operasi
pada usus kecil yang sudah lama kemudian timbul kembali reaksi yang berlebihan
pada usus kecil dan mengganggu fungsi hati.
8.
Fibrosis kistik
(bersamaan dengan kurang gizi)
9.
Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen,
galaktose, tirosin atau homosistin.
10. Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase.
11. Kekurangan kolesterol esterase.
12. Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum).
13. Abetalipoproteinemia.
14. Sindroma Reye.
15. Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung
lemak jenuh, seperti: makanan yang menggunakan banyak santan, makanan pedas,
gorengan dan makanan atau minuman yang banyak menggunakan bahan pengawet
makanan.
D. Gejala Fatty Pada Liver
Pada fatty liver
atau pembengkakan hati atau liver tidak menimbulkan gejala yang signifikan atau
terlihat dan dirasakan secara pasti, namun apabila seseorang tidak mampu
mengendalikan diri terhadap asupan makanan yang mengandung resiko tinggi
terhadap gangguan fungsi hati, maka lambat laun seseorang yang teridentifikasi
penyakit liver akan menunjukkan gejala yang dapat dilihat, seperti perubahan
pada warna selaput mata yang putih menjadi kuning, perubahan pada warna urine
menjadi kuning atau kecokelatan, sering mengalami nyeri terutama pada perut
bagian atas, sering merasa mual ingin muntah, timbul bau mulut dan bau badan
yang tidak sedap.
E. Penyembuhan Fatty Pada Liver
Tidak ada
pengobatan khusus atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari
pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang
mendasarinya. Bila hati secara berulang mendapat pemaparan dari bahan-bahan
racun seperti alkohol, pada akhirnya fatty liver akan berkembang menjadi
sirosis.
F.
Proteksi
Diri Pada Fatty
Liver
Proteksi diri pada
yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya fatty liverantara lain sebagai
berikut:
1.
Turunkan berat
badan secara aman. Ini berarti berat badan tidak turun lebih dari 0,5-1 kg per
minggu, dengan mengatur asupan kalori dan lemak
2.
Turunkan kadar
trigliserida melalui diet (hindari kuning telur ayam dan telur puyuh) dan minum
obat antilipid dengan resep dokter (golongan fibrat : genfibrozil)
3.
Hindari alkohol
4.
Kontrol diabetes
bila anda menderita diabetes
5.
Olah raga secara
teratur yang membakar banyak kalori
6. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
G. Prinsip Kerja Pesawat USG
Generator pulsa (oscilator) berfungsi sebagai penghasil gelombang listrik,
kemudian oleh transducer diubah menjadi gelombang suara yang diteruskan ke
medium.Apabila gelombang suara mengenai jaringan yang memiliki nilai akustik
impedansi, maka gelombang suara akan dipantulkan kembali sebagai echo.Di dalam
media (jaringan) akan terjadi atenuasi, gema (echo) yang lebih jauh maka
intensitasnya lebih lemah dibandingkan dari echo yg lebih superficial. Pantulan
gema akan ditangkap oleh transducer dan diteruskan ke amplifier untuk
diperkuat. Gelombang ini kemudian diteruskan ke tabung sinar katoda melalui
recevier seterusnya ditampilkan sebagai gambar di layar monitor.
H. Komponen dan Jenis Tranduser
Komponen
Tranduser terdiri dari:
1.
Kristal Piezo
Elektrik, kristal ini mengalami perubahan bentuk jika diberi signal listrik yang
menghasilkan gelombang suara.
2.
Damping Element,
terbuat dari tungstan campuran yang berfungsi untuk menyaring gema yang timbul
dari kristal dan meningkatkan kualitas gambaran.
3.
Matching Layer, terletak didepan transducer yang
berfungsi untuk meningkatkan jumlah gelombang ultrasound yang ditransmisikan
antara permukaan bahan dengan kristal.
4.
Wire, alat yg
menghubungkan pulsa listrik dengan kristal.

Gambar 2. Komponen Tranducer
Jenis tranducer yang digunakan pada
pemeriksaan ini iaah transducer convex. Tranduser ini diaplikasikan pada
pemeriksaan Abdomen, OBGYN, ,Urologi.

Gambar.3
Jenis Tranducer
BAB III
PEMBAHASAN
A. Teknik Pemeriksaan Liver
Pada
ummnya teknik pemeriksaan liver pasien
tidak memerlukan persiapan khusus, bahkan dapat dilakukan scanning setiap saat.
Tetapi sebaiknya pasien dianjurkan untuk berpuasa dan dilarang merokok selama 4
(empat) sampai 6 (enam) jam sebelum pemeriksaan.
Adapun
teknik pemeriksaan ultrasonografy pada Liver adalah :
1.
Pasien tidur
supine, pakaian didaerah perut disingkirkan.
2.
Gunakan
tranducer 3,5 Mz untuk pasien dewasa dan 5 Mz untuk anak-anak atau pasien
dewasa kurus.
3.
Pasien perut didaerah hepar diberi jelly
khusus.
4.
Scanning
dilakukan dalam bidang sagital, transversal dan oblique yang dilakukan sejajar
dibawah iga kanan atau intercostal kanan.
6.
Pada saat
eksposi kadang – kadang diperlukan menahan napas pada akhir menarik napas
panjang.
7.
Scanning
dilakukan dengan menggerakkan tranducer secara perlahan untuk mendapatkan
visualisasi seluruh hepar.
B. Hasil Scanning Normal USG Liver

Gambar 4. Right Lobe Liver
Longitudinal

Gambar 5. Left Lobe Liver
Longitudinal
C.
Hasil
Scanning Abnormal USG Liver
Gambar 6. Right Lobe Fatty
Liver
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1.
Perlemakan hati
secara garis besar dibagi 2, yaitu penyakit perlemakan hati alkoholikyang berkembang
karena kelebihan minum alkohol dan penyakit perlemakan hati non alkoholik
dihubungkan dengan kelebihan berat badan atau kegemukan yang disebabkan karena
terlalu sering makan makanan berlemak tinggi dan berkalori tinggi.
2.
Pada fatty liver
atau pembengkakan hati atau liver tidak menimbulkan gejala yang signifikan atau
terlihat dan dirasakan secara pasti, namun apabila seseorang yang
teridentifikasi penyakit liver tidak mampu mengendalikan diri terhadap asupan
makanan yang mengandung resiko tinggi terhadap gangguan fungsi hati, maka menunjukkan
gejala yang dapat dilihat. Dan pada fatty liver tidak ada pengobatan khusus
atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari pengobatan adalah
menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya.
3.
Terlalu banyak
mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti: makanan yang
menggunakan banyak santan, makanan pedas, gorengan dan makanan atau minuman
yang banyak menggunakan bahan pengawet makanan.
4.
Proteksi diri
pada yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya fatty liver adalah turunkan
berat badan secara aman, turunkan kadar trigliserida melalui diet, hindari
alkohol,kontrol diabetes bila anda menderita diabetes, olahraga secara teratur,
lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
B. Saran
Agar
terhindar dari penyakit utamanya fatty liver, upayakan untuk selalu menerapkan
pola hidup sehat. Mengkomsumsi makanan yang rendah kalori, mengurangi makanan
yang tidak sehat seperti makanan cepat saji, minuman bersoda. Dan rajin berolahraga

Tidak ada komentar:
Posting Komentar