Rabu, 16 November 2016

pemerksaan USG pada Fatty Liver

MAKALAH USG
“TEKNIK SCANNING USG PADA KASUS FATTY LIVER”
LOGO ATRO.jpg
NAMA KELOMPOK:
AINUN MARDIYAH AIBAR                    14007
ANDI AMELIA YUSPITA                         14009
ANDI ARSITA RESPATI WULAN          14010
ANDI NUR HUTAMI FAJERIA               14011
ARMAYANTI                                              14013
AYU NINGSIH                                             14015
DEFI INDAH PERMATASARI                14016
DESI KURNIA                                             14017
DIAN ILMAYANA                                      14018
DWI ANGGRAINI PUSPITA                    14019

AKADEMI TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
(ATRO) MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2016


KATA PENGANTAR

bismillah.jpg

Assalamualaikum Wr.Wb.
   Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat, hidayah dan karunia-Nyalah sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini yang berjudul “Teknik Scanning USG Pada Kasus Fatty Liver”, yang mana makalah ini kami susun yang bertujuan untuk memenuhi tugas dari Ibu Nurbaeti Salam, S.ST dalam menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Akademi Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi.
Adapun penyusunan tugas ini sebagai materi serta bukti bahwa adanya mata kuliah USG. Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan keterbatasan dalam penyajian data dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran, yang membangun dari semua pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini, berguna dan dapat menambah pengetahuan para pembaca.
Demikianlah makalah ini disusun apabila ada kata-kata yang kurang berkenan dan banyak dapat kekurangan, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Makassar, 25 Februari 2016

Penulis            


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR.............................................................................................. i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ii
DAFTAR GAMBAR................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................ 1
A.    Latar Belakang............................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.......................................................................................... 2
C.     Tujuan Penulisan............................................................................................ 2
D.    Manfaat Penulisan.......................................................................................... 3
BAB II KAJIAN PUSTAKA................................................................................... 4
A.    Anatomi Fisiologi Liver................................................................................. 4
B.     Patofisiologi Pemeriksaan Liver..................................................................... 6
C.      Penyebab Fatty Pada Liver........................................................................... 8
D.    Gejala Fatty Pada Liver................................................................................. 9
E.     Penyembuhan Fatty Pada Liver..................................................................... 10
F.      Proteksi Diri Fatty Pada Liver....................................................................... 10
G.    Prinsip Kerja Pesawat USG........................................................................... 11
H.    Komponendan Jenis Tranduser...................................................................... 11
BAB III PEMBAHASAN........................................................................................ 12
A.    Teknik Pemeriksaan Liver.............................................................................. 12
B.     Hasil Scanning Normal Usg Liver................................................................. 14
C.     Hasil Scanning Abnnormal USG Liver.......................................................... 15
BAB IV PENUTUP.................................................................................................. 16
A.    Kesimpulan.................................................................................................... 16
B.     Saran.......................................................................................................... .... 17


DAFTAR GAMBAR



Gambar 1. Anatomi Liver...................................................................................        5
Gambar 2. Komponen Tranducer........................................................................        12
Gambar 3. Jenis Tranducer..................................................................................        12
Gambar 4.  Right Lobe Liver Longitudinal........................................................        14
Gambar 5. Left Lobe Liver Longitudinal...........................................................        14
Gambar 6. Right Lobe Fatty Liver.....................................................................        15


BAB I
PENDAHULUAN


A.  Latar Belakang

Pada zaman modern ini, seluruh dunia mengalami pengaruh globalisasi dan hal ini menyebabkan banyak perubahan dalam hidup manusia, salah satunya adalahperubahan gaya hidup. Bertambahnya kesibukan cenderung membuat orang tidakpunya waktu memasak makanan sendiri. Masyarakat sekarang lebih banyakmengonsumsi makanan siap saji yang tinggi lemak tanpa memperhatikankandungan gizinya. Perubahan pola makan ini dapat mempengaruhi kesehatanseseorang, apalagi ditambah dengan pola hidup yang buruk seperti kurangolahraga, merokok, kurang tidur, dan lainnya. Jika pola hidup yang buruk ini terusdilakukan maka dapat terkena penyakit seperti perlemakan hati atau non-alcoholicfatty liver disease. Prevalensi perlemakan hati meningkat pada orang-orang yangmengalami obesitas dan diabetes, serta menjadi penyebab penyakit hati tersering di negara Eropa (Dowman, 2010).
Non-alcoholic fatty liver disease adalah penyakit hati yang paling umum dinegara industri Barat, sekitar 20-40% dari populasi umum. Berdasarkan survei di China, Jepang, dan Korea menunjukkan bahwa prevalensi dari non-alcoholic fattyliver disease sekarang adalah 12%-24%. Hal ini tergantung dari usia, jenis kelamin, etnik, dan lokasi (Chitturi, 2007). Non-alcoholic fatty liver diseaseadalah penyakit hati yang memiliki spektrum luas yaitu meliputi simple steatosis, nonalcoholic steatohepatitis, sirosis hati, gagal hati, dan hepatocellular cancer. Non-alcoholic fatty liver disease ditandai dengan penimbunan lemak dalam hal yang tidak disebabkan karena konsumsi alkohol. Nonalcoholic steatohepatitisadalah tingkat lanjut yang lebih berat dari simple steatosis, berupa perlemakan hati yang terdiri dari steatosis, infiltrasi sel radang, fibrosis, hepatocyte balloning dan nekrosis, Mallory’s hyaline, dan nukleus glikogen (Schiff, 2007).

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah:
1.         Apakah pengertian Fatty Liver ?
2.         Bagaimanakahgejala pada Fatty Liver ?
3.         Apakah yang menjadi penyebab Fatty pada Liver ?
4.         Bagaimanakah mmeproteksi diri Fatty Liver ?

C.  Tujuan Penulisan

Berdasarkan perumusan masalah diataas, maka tujuan penulisan dari makalah ini, yaitu:
1.         Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan Fatty Liver.
2.         Untuk mengetahui gejala pada Fatty Liver.
3.         Untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab Fatty pada iver.
4.         Untuk mengetahui bagaimana memproteksi diri dari Fatty Liver.

D.  Manfaat Penulisan

Berikut adalah merrupakan manfaat dari penulisan makalah ini, antara lain:
1.      Mahasiswa diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya megenai pengertian Fatty  Liver.
2.      Mahasiswa diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya mengenai indikasi peeriksaan Fatty Liver.
3.      Mahasiswa diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya mengenai penyebab fatty pada Liver.
4.      Mahasiswa diharapkan dapat memperdalam pengetahuannya mengenai proyeksi diri dari Fatty Liver.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA


A.  Anatomi Fisiologi Liver

Liver adalah organ yang terbesar yang terletak di sebelah kanan atas rongga perut di bawah diafragma. Beratnya 1.500 gr atau 2,5 % dari berat badan orang dewasa normal. Pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Liver terbagi menjadi lobus kiri dan lobus kanan yang dipisahkan oleh ligamentum falciforme. Lobus kanan Liverenam kali lebih besar dari lobus kirinya dan Liver mempunyai 4 bagian utama yaitu :
1.    Lobus kanan (Right Lobe)
Merupakan bagian terbesar, dalam melakukan scanning perhatikan jaringannya (Hepatic tissue). Lobus kanan sipisahkan dari lobus kiri dengan mainbular fisssure caudally dan middle hepatic vein cranially. Inferior Vena Cava (IVC) dan kandung empedu (GB) bisa ditemukan antara lobus kanan dan lobus kiri.
2.    Lobus Kiri (Left Lobe)
Lobus kiri selalu lebih kecil dari lobus kanan, tetapi ukurannya bervariassi.
3.    Caudate Lobe
Caudate lobe terletak posterior dari portahepatika, antara fissura dari ligamentum venosum dan IVC. Bagian kiri caudate lobe adalah posterior dari baoundari hepatic. Margin kiri dari caudate merupakan batas antara IVC dengan portal vein. Liver merupakan salah satu organ di dalam rongga perut atas yangdikelilingi oleh tulang iga.
4.    Quadrate Lobe
Terletak antara fissura dan ligamentum teres dengan fossa dari Gall Blader, dan anterior porta hepatika. Pada bagian belakang (dorsal surface) dipishkan dari caudate lobe dengan fissura dari ligametum venosum dan proximal portion dari left portal vein.
Gambar 1. Anatomi Liver
Fungsi utama hati, yaitu:
1.    Untuk metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat. Bergantung kepada kebutuhan tubuh, ketiganya dapat saling dibentuk.
2.     Untuk tempat penyimpanan berbagai zat seperti mineral (Cu, Fe) serta vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A,D,E, dan K), glikogen dan berbagai racun yang tidak dapat dikeluarkan dari tubuh (contohnya : pestisida DDT).
3.    Untuk detoksifikasi dimana hati melakukan inaktivasi hormon dan detoksifikasi toksin dan obat.
4.    Untuk fagositosis mikroorganisme, eritrosit, dan leukosit yang sudah tua atau rusak.
5.    Untuk sekresi, dimana hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorbsi lemak

B.  Patofisiologi Pada Liver

1.      Hepatitis
Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati.Virus merupakan penyeabab hapatitisyang paling sering, terutama Virus hepatitis A,B,C,D dan E, namun ada juga yang menyeutkan ada virus F dan G (virus baru). Pada umunya penderita hepatitis A dan E dapat sembuh, sebaliknya hepatitis B dan C dapat menjadi kronis. Virus hepatitis D hanya dapat menyerang penderita yang telah terinfeksi virus hepatitis B dan dapat memperparah keadaan penderita.
2.      Kanker Hati
Kanker hati terjadi apabila sel kanker berkembang pada jaringan hati. Kanker hati yang banyak terjadi adalah Hepatocelluler Carciloma (HCC). HCC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis, terutama sirosis yang terjadi karena hepatitis B,C dan Hemochromatosis.
3.      Perlemakan Hati
Perlemakan hati terjadi bila penimbunnan lemak melebih 5% dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. Perlemakan hati ini sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati. Kelainan ini dapat timbul karena mengkonsumsi alkohol berlebih  disebut ASH ( Alcoholic Steatohepatitis).
4.      Sirosis Hati
sirosisHati adalah keadaan penyakit yangsudah lanjut dimana ungsi hati sudah sangat terganggu akibat banyaknya jaringan ikat didalam hati. Sirosis hati dapat terjadi karena virus hepatitis B dan C yang berkelanjutan,karena alkohol, salah gizi, atau karena penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu. Sirosis tidak dapat disembuhkan, pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi(seperti muntah dan berak darah, assites atau perut membesar, mata  kuning serta , hepaticum).
5.      Joundice
Joundice adalah perubahan warna kuning pada kulit dan mata bayi yang baru lahir. Joundice terjadi karena darah bayimengandung kelebihan bilirubin, pigmen berwarna kuning pada sel darah merah. Joundice adalah kondisi umum, terutama pada bayi lahir sebelum usia kehamilan 38 minggu (bayi prematur) dan bayi yang diberi asi. Joundice biasanya terjadi karena hati bayi belum cukup matang untuk menyingkirkan bilirubin dalam aliran darah. Dalam beberapa kasus, penyakit yang mendasari, dapat menyebabkan penyakit kuning.
6.      Kista Hati
Kista Hati adalah salah satu bentuk umum dari kista yang mempunyai struktur yang tipis menyeruoai kantung dan ditemukan di jaringan hati. Ukuran kista hati dapat bervariasimuai dari diameter 2 mm sampai lebih dari 20 cm. Namun kebanyakan penderita memiliki kista dengan ukuran sekitar 2 cm.
7.      Tumor Hati
Tumor Hati merupakan suatu sel yang tumbuh namun tidak normal, dan pertumbuhannya tidak terkendali. Ada dua jenis tumor yaitu tumor ganas dan tumor jinak. Tumor ganas dapat merusak jaringan tubuh yang tidak terkena sebelumnya, perkembangan tumor ganas cenderung cepat, jika tidak cepat ditangani, lama kelamaan tumor akan menjadi sel kanker. Tumor jinak merupakan tumor yang tumbuh pada bagian tertentu dan tidak menyebar pada jaringan tubuh yang lainnya. Salah satu tumoryang dapat tumbuh di tubuh adalah tumor hati.

C.  Penyebab Fatty Pada Liver

Perlemakan hati secara garis besar dibagi 2, yaitu penyakit perlemakan hati alkoholik dan penyakit perlemakan hati non alkoholik. Penyakit hati alkoholik berkembang karena kelebihan minum alkohol. Di sisi lain, perlemakan hati non alkohol dihubungkan dengan kelebihan berat badan atau kegemukan yang disebabkan karena terlalu sering makan makanan berlemak tinggi dan berkalori tinggi.
Ada beberapa penyebab dari fatty Liver yaitu:
1.      Seseorang yang memiliki bobot tubuh yang berlebihan/kegemukan (obesitas).
2.      Menderita kencing manis (diabetes).
3.      Efek samping dari konsumsi minuman beralkohol dan bersoda.
4.      Efek samping dari obat-obatan kimia, seperti kortikosteroid, tetrasiklin, asam valproat, metotreksat, karbon tetraklorid, fosfor kuning.
5.      Seseorang yang kekurangan gizi atau akibat dari diet rendah protein.
6.      Akibat berlebihan mengkonsumsi vitamin A sehingga mengakibatkan tubuh mengalami keracunan vitamin A.
7.      Pasca operasi pada usus kecil yang sudah lama kemudian timbul kembali reaksi yang berlebihan pada usus kecil dan mengganggu fungsi hati.
8.      Fibrosis kistik (bersamaan dengan kurang gizi)
9.       Kelainan bawaan pada metabolisme glikogen, galaktose, tirosin atau homosistin.
10.  Kekurangan rantai-medium arildehidrogenase.
11.  Kekurangan kolesterol esterase.
12.  Penyakit penumpukan asam fitanik (penyakit Refsum).
13.  Abetalipoproteinemia.
14.  Sindroma Reye.
15.  Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti: makanan yang menggunakan banyak santan, makanan pedas, gorengan dan makanan atau minuman yang banyak menggunakan bahan pengawet makanan.

D.  Gejala Fatty Pada Liver

Pada fatty liver atau pembengkakan hati atau liver tidak menimbulkan gejala yang signifikan atau terlihat dan dirasakan secara pasti, namun apabila seseorang tidak mampu mengendalikan diri terhadap asupan makanan yang mengandung resiko tinggi terhadap gangguan fungsi hati, maka lambat laun seseorang yang teridentifikasi penyakit liver akan menunjukkan gejala yang dapat dilihat, seperti perubahan pada warna selaput mata yang putih menjadi kuning, perubahan pada warna urine menjadi kuning atau kecokelatan, sering mengalami nyeri terutama pada perut bagian atas, sering merasa mual ingin muntah, timbul bau mulut dan bau badan yang tidak sedap.

E.  Penyembuhan Fatty Pada Liver

Tidak ada pengobatan khusus atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya. Bila hati secara berulang mendapat pemaparan dari bahan-bahan racun seperti alkohol, pada akhirnya fatty liver akan berkembang menjadi sirosis.

F.   Proteksi Diri Pada Fatty Liver

Proteksi diri pada yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya fatty liverantara lain sebagai berikut:
1.      Turunkan berat badan secara aman. Ini berarti berat badan tidak turun lebih dari 0,5-1 kg per minggu, dengan mengatur asupan kalori dan lemak
2.      Turunkan kadar trigliserida melalui diet (hindari kuning telur ayam dan telur puyuh) dan minum obat antilipid dengan resep dokter (golongan fibrat : genfibrozil)
3.      Hindari alkohol
4.      Kontrol diabetes bila anda menderita diabetes
5.      Olah raga secara teratur yang membakar banyak kalori
6.      Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin

G. Prinsip Kerja Pesawat USG

Generator pulsa (oscilator) berfungsi sebagai penghasil gelombang listrik, kemudian oleh transducer diubah menjadi gelombang suara yang diteruskan ke medium.Apabila gelombang suara mengenai jaringan yang memiliki nilai akustik impedansi, maka gelombang suara akan dipantulkan kembali sebagai echo.Di dalam media (jaringan) akan terjadi atenuasi, gema (echo) yang lebih jauh maka intensitasnya lebih lemah dibandingkan dari echo yg lebih superficial. Pantulan gema akan ditangkap oleh transducer dan diteruskan ke amplifier untuk diperkuat. Gelombang ini kemudian diteruskan ke tabung sinar katoda melalui recevier seterusnya ditampilkan sebagai gambar di layar monitor.

H.  Komponen dan Jenis Tranduser

Komponen Tranduser terdiri dari:
1.        Kristal Piezo Elektrik, kristal ini mengalami perubahan bentuk jika diberi signal listrik yang menghasilkan gelombang suara.
2.        Damping Element, terbuat dari tungstan campuran yang berfungsi untuk menyaring gema yang timbul dari kristal dan meningkatkan kualitas gambaran.
3.         Matching Layer, terletak didepan transducer yang berfungsi untuk meningkatkan jumlah gelombang ultrasound yang ditransmisikan antara permukaan bahan dengan kristal.
4.        Wire, alat yg menghubungkan pulsa listrik dengan kristal.
Gambar 2. Komponen Tranducer
Jenis tranducer yang digunakan pada pemeriksaan ini iaah transducer convex. Tranduser ini diaplikasikan pada pemeriksaan Abdomen, OBGYN, ,Urologi.
Gambar.3 Jenis Tranducer


BAB III
PEMBAHASAN


A.  Teknik Pemeriksaan Liver

Pada ummnya teknik pemeriksaan liver  pasien tidak memerlukan persiapan khusus, bahkan dapat dilakukan scanning setiap saat. Tetapi sebaiknya pasien dianjurkan untuk berpuasa dan dilarang merokok selama 4 (empat) sampai 6 (enam) jam sebelum pemeriksaan.
Adapun teknik pemeriksaan ultrasonografy pada Liver adalah :
1.        Pasien tidur supine, pakaian didaerah perut disingkirkan.
2.        Gunakan tranducer 3,5 Mz untuk pasien dewasa dan 5 Mz untuk anak-anak atau pasien dewasa kurus.
3.         Pasien perut didaerah hepar diberi jelly khusus.
4.        Scanning dilakukan dalam bidang sagital, transversal dan oblique yang dilakukan sejajar dibawah iga kanan atau intercostal kanan.
6.        Pada saat eksposi kadang – kadang diperlukan menahan napas pada akhir menarik napas panjang.
7.        Scanning dilakukan dengan menggerakkan tranducer secara perlahan untuk mendapatkan visualisasi seluruh hepar.

B.     Hasil Scanning Normal USG Liver


2seg-6-n-7-n-8.jpg
Gambar 4. Right Lobe Liver Longitudinal

5seg-2-and-3-sag.jpg
Gambar 5. Left Lobe Liver Longitudinal



C.    Hasil Scanning Abnormal USG Liver

2016-02-29-22-17-00--1009440481.jpeg

Gambar 6. Right Lobe Fatty Liver

BAB IV
PENUTUP


A.      Kesimpulan

1.    Perlemakan hati secara garis besar dibagi 2, yaitu penyakit perlemakan hati alkoholikyang berkembang karena kelebihan minum alkohol dan penyakit perlemakan hati non alkoholik dihubungkan dengan kelebihan berat badan atau kegemukan yang disebabkan karena terlalu sering makan makanan berlemak tinggi dan berkalori tinggi.
2.    Pada fatty liver atau pembengkakan hati atau liver tidak menimbulkan gejala yang signifikan atau terlihat dan dirasakan secara pasti, namun apabila seseorang yang teridentifikasi penyakit liver tidak mampu mengendalikan diri terhadap asupan makanan yang mengandung resiko tinggi terhadap gangguan fungsi hati, maka menunjukkan gejala yang dapat dilihat. Dan pada fatty liver tidak ada pengobatan khusus atau pembedahan untuk mengatasi perlemakan hati. Tujuan dari pengobatan adalah menghilangkan penyebabnya atau mengobati penyakit yang mendasarinya.
3.      Terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, seperti: makanan yang menggunakan banyak santan, makanan pedas, gorengan dan makanan atau minuman yang banyak menggunakan bahan pengawet makanan.
4.    Proteksi diri pada yang dapat dilakukan guna mencegah terjadinya fatty liver adalah turunkan berat badan secara aman, turunkan kadar trigliserida melalui diet, hindari alkohol,kontrol diabetes bila anda menderita diabetes, olahraga secara teratur, lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

B.  Saran

Agar terhindar dari penyakit utamanya fatty liver, upayakan untuk selalu menerapkan pola hidup sehat. Mengkomsumsi makanan yang rendah kalori, mengurangi makanan yang tidak sehat seperti makanan cepat saji, minuman bersoda. Dan rajin berolahraga


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar